Balita.co 04 May 2020

Teman Digital Keluarga Milenial

Kenalkan Puasa Boleh, Asal Perhatikan Kebutuhan Asupan Gizi si Kiddo

(0)
Bagikan:

Memasuki bulan puasa kali ini, seluruh anggota keluarga beraktivitas di rumah. Bagi keluarga dengan anak-anak yang memasuki usia balita, kemungkinan rasa ingin tahu mereka untuk mencoba berpuasa mulai ada. Ketika orang tua merasa sudah siap mengenalkan kegiatan berpuasa kepada anaknya, tidak ada salahnya untuk mengajak mereka ikut berpuasa, walaupun tentunya tidak satu hari penuh.

Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan saat mulai berpuasa adalah kecukupan gizi. Hal ini penting bagi orang tua maupun anak-anak sebenarnya. Memperhatikan kualitas dan keseimbangan nutrisi yang diterima tubuh saat sahur dan berpuka merupakan kunci tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa.

Mengikuti anjuran Kementrian Kesehatan yang dirangkum dalam konsep "Isi Piringku", sebaiknya dalam satu porsi makan sahur dan buka terdapat elemen:

1. Karbohidrat atau Makanan Pokok
Bentuknya dapat berupa nasi, jagung, gandum, singkong, ubi, sagu, dan sebagainya. Porsinya mencakup 1/4 porsi makan atau 1/4 piring.

2. Protein atau Lauk Pauk
Protein ini pun sebaiknya porsinya 1/4 dari piring makan. Pilihan protein dapat bersumber dari hewani, seperti daging sapi, telur, ayam, dan ikan, atau nabati seperti tahu dan tempe.

3. Sayuran
Kecukupan serat selama puasa harus tetap terjaga sehingga usahakan untuk selalu menyediakan sayuran dalam setiap porsi makanan sahur dan buka. Porsi untuk sayuran pun sebaiknya 1/4 dari piring makan.

4. Buah-buahan
Buah-buahan memberikan berbagai asupan vitamin yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh. Untuk itu, diusahakan untuk melenngkapi 1/4 porsi piring makan dengan buah-buahan.

Kombinasi makanan yang seimbang ini juga akan menjadi lebih baik dengan adanya variasi. Membiasakan seluruh keluarga untuk menyukai berbagai jenis protein, sayur, dan buah, membuat nutrisi tubuh terjaga baik selama bulan puasa.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda