Astrid RS Wiratna 06 Jun 2020

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Membangun Quality Time antara Suami & Istri

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Setelah melahirkan istri saya memutuskan untuk bekerja kembali dengan maksud untuk membantu keuangan keluarga dan sayapun mengizinkan. Namun kadangkala kami kebingungan untuk mengatur waktu quality time bersama anak. Karena saya libur satu hari di weekday dan istri libur di hari minggu saja. Akhirnya kami jarang untuk bisa pergi sama-sama dengan anak-anak. Bagaimana ya pembagian tugas yang tepat agar saya dan istri tidak salah dalam menjalankan peran kami?


Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Quality time bisa diciptakan setiap hari tidak perlu menunggu waktu libur, katakan misalnya dalam satu hari ada waktu dimana bapak ibu dan anak-anak bisa berkumpul bersama, apakah untuk sarapan, atau makan malam. Waktu yang dipilih setelah mempertimbangkan ketersediaan waktu seluruh anggota keluarga itu dijadikan sebuah tujuan bersama yang harus ditepati, semua anggota keluarga harus berkomitmen untuk bertemu pada waktu itu.

Pada awalnya mungkin berat untuk bapak ibu yang punya kesibukan di kantor, tetapi jika ada komitmen untuk memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak, waktu tersebut dapat diagendakan sebagaimana bapak ibu mengagendakan rapat di kantor masing-masing.

Anak bertumbuh setiap hari, bapak ibu yang bekerja akan kehilangan momen-momen perkembangan yang penting, seperti misalnya: langkah pertama atau kata pertama yang diucapkan anak. Tetapi itu adalah risiko dari bapak ibu yang bekerja. Menyamakan waktu libur juga sulit, karena berkaitan dengan sistem di kantor bapak ibu masing-masing. Maka menyediakan waktu tertentu setiap hari untuk bercengkrama bersama anak adalah salah satu jalan keluar yang bisa menjadi jembatannya. Tidak sempurna, tetapi cukup untuk menjalin komunikasi keluarga yang berkualitas, menciptakan quality time seperti yang bapak ibu kehendaki.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda