Marantina Napitu 18 Jun 2020

Analis Finansial Keluarga

Yuk, ketahui perbedaan Mendasar Tabungan & Investasi Mom & Dad!

(0)
Bagikan:

Ketika topik tentang perencanaan keuangan muncul, banyak orang langsung membayangkan hitungan yang rumit dengan istilah yang asing di telinga. Padahal, tidak selalu begitu. Urusan pengelolaan uang keluarga ini disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing.


Kalau baru mulai serius mengatur atau mengelola keuangan keluarga, Mommies Daddies bisa mengawali dari hal-hal sederhana dulu. Dua kata atau istilah yang sering muncul saat berbicara tentang manajemen uang adalah menabung dan investasi. Kedua hal tersebut punya kesamaan, tapi tidak sama. Kadang ada yang menganggap dirinya berinvestasi, padahal sedang menabung. Ada juga yang merasa sedang menabung, padahal yang dilakukan adalah investasi.


Saat Mommies dan Daddies punya tujuan keuangan, misalnya mau beli rumah atau berencana berlibur atau menyiapkan uang sekolah Kiddo, Mommies Daddies bisa menabung dan/atau berinvestasi untuk mewujudkan tujuan itu. Menabung dan berinvestasi pun secara ideal punya porsi masing-masing dalam budget bulanan keluarga.


Lantas apa perbedaan antara menabung dengan investasi?

  1. Aturan tentang tabungan dan investasi


Sebagai aktivitas yang melibatkan uang, pemerintah mengatur baik menabung dan berinvestasi. Perihal tabungan diatur dalam Undang-undang No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Menurut UU tersebut, tabungan didefinisikan sebagai simpangan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lain yang dipersamakan dengan itu.


Adapun perihal investasi diatur dalam UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pada UU tersebut, penanaman modal diartikan sebagai segala bentuk menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.


Dari definisi yang diberikan UU, jelas bahwa menabung sekadar menyimpan uang di bank, sementara pada investasi, ada aktivitas menanam modal yang kemudian dikelola untuk mendapatkan keuntungan.


  1. Keuntungan yang didapat


Baik menabung maupun berinvestasi dilakukan demi mendapat untung. Keuntungan tersebut bisa membuat Mommies Daddies mencapai tujuan finansial yang sudah direncanakan. Akan tetapi, ada perbedaan signifikan antara keuntungan yang didapat dari menabung dengan keuntungan dari investasi.


Saat Mommies dan Daddies menyimpan uang dalam bentuk tabungan, ada potensi mendapatkan bunga dalam periode tertentu. Bunga tabungan dihitung melalui tiga metode, yakni penghitungan berdasarkan saldo terendah, saldo rata-rata, atau saldo harian.


Untuk tahu bagaimana bank tempat Mommies Daddies menabung menghitung bunga, bisa ditanyakan pada pihak bank. Namun, secara umum, suku bunga yang ditawarkan dari produk tabungan relatif kecil. Apalagi kalau jumlah tabungan Mommies Daddies juga kecil. Bisa jadi, Mommies Daddies tidak merasakan bunga dari tabungan karena tergerus tingkat inflasi.


Beda halnya dengan potensi keuntungan dari investasi. Setelah menanam modal pada suatu instrumen investasi, contohnya reksadana, saham, atau obligasi, Mommies Daddies bisa meraup untung yang menarik. Pasalnya, investasi memang ditujukan untuk pertumbuhan atau pertambahan nilai aset. Melalui investasi, Momies Daddies bisa membeli produk yang diharapkan punya nilai lebih tinggi ketika dijual di masa depan.


Pilihan investasi saat ini sangat luas. Namun secara garis besar, produk investasi dibagi dua jenis, yakni investasi di sektor riil dan non-riil. Pada investasi riil, ada aset yang tampak atau berwujud, misalnya emas, tanah, atau bangunan. Sebaliknya pada investasi non-riil. Tidak ada aset yang tampak, misalnya saham atau obligasi.


  1. Risiko yang dihadapi


Ketika Mommies Daddies menabung atau berinvestasi, sama-sama ada risiko yang harus dihadapi. Yang membedakan ialah besaran risiknya.


Tabungan punya potensi untung yang kecil. Ini menjadikan potensi risikonya pun kecil. Saat ini, dana yang Mommies Daddies tabung di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jadi, ketika bank tempat Mommies Daddies menabung bangkrut atau tidak bisa mengembalikan uang, LPS yang akan menanggung. Tapi, LPS juga punya syarat dan ketentuan, misalnya dana yang dijamin tidak melebihi Rp 2 miliar.


Di sisi lain, investasi punya risiko besar karena memang imbal hasil yang ditawarkan pun besar. Beberapa jenis risiko yang terdapat pada produk investasi ialah risiko likuiditas (pencairan uang), risiko gagal bayar, risiko kredit, risiko pajak, risiko inflasi, risiko mata uang, dan risiko lainnya. Agar terhindar dari risiko ini, Mommies Daddies harus memahami produk investasi yang dibeli.


Sekarang sudah paham kan perbedaan tabungan dengan investasi?


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda