Marantina Napitu 02 Jul 2020

Analis Finansial Keluarga

Tahapan Rumah Bekas Menjadi KPR

(0)
Bagikan:

Kalau Mommies Daddies belum tahu, membeli rumah bekas juga bisa dilakukan dengan cara kredit atau meminjam uang pada bank. Proses yang dijalani secara garis besar mirip dengan mengajukan KPR untuk rumah baru. Namun, ada beberapa perbedaan. Begini tahap membeli rumah bekas dengan KPR

1. Hubungi pemilik rumah atau agen yang menjual rumah bekas

Saat hendak membeli rumah baru, Mommies dan Daddies harus menghubungi developer atau pihak pengembang properti. Banyak pengembang yang saat ini sudah berani menawarkan rumah tanpa membangun terlebih dahulu. Sementara, dengan membeli rumah bekas, Mommies Daddies bisa melihat dan mengamati secara langsung fisik dari rumah yang diincar.

Yang pertama kali harus dilakukan kalau memang sudah yakin membeli rumah bekas ialah menghubungi pemilik rumah atau agen yang ditunjuk untuk menjual rumah tersebut. Pada tahap ini, Mommies Daddies bisa mengajukan beragam pertanyaan sebelum membuat perjanjian.

Sebelum negosiasi harga, tanyakan kondisi rumah. Penting sekali untuk langsung survei ke rumah yang ingin Mommies Daddies lihat. Dengan demikian, Mommies Daddies bisa langsung melihat situasi rumah, baik dari segi bangunan, lingkungan sekitar, bahkan tetangga di dekat rumah.

2. Negosiasi Harga

Tentu saja pemilik rumah atau agen yang ditunjuk akan menawarkan harga jual. Setelah mengetahui harga jual tersebut, Mommies Daddies bisa negosiasi agar harganya disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan membayar.

Ajukan juga alasan Mommies Daddies dalam nego harga. Misalnya, kondisi rumah sudah tidak layak huni sehingga harus renovasi besar-besaran. Dengan kata lain, setelah membeli rumah, Mommies Daddies harus merogoh kocek untuk melakukan renovasi. Dus, akan sangat logis bila menawar harga cukup jauh dari penawaran awal.

Negosiasi ini butuh seni komunikasi. Kalau ingin mendapatkan harga terbaik, Mommies Daddies harus mempersiapkan diri agar bernegosiasi dalam mood yang baik sampai tercapai kesepakatan yang membuat semua pihak nyaman.

3. Ajukan KPR

Dari sisi administrasi bank, dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan KPR rumah bekas mirip dengan syarat dokumen pengajuan KPR rumah baru. Bedanya, Mommies Daddies harus meminta semua salinan dokumen dari pemilik rumah sebelum menyambangi bank. Untuk meyakinkan pihak bank, Mommies Daddies bisa mengajak serta pemilik rumah saat mengajukan KPR ke bank.

Selanjutnya, bank akan melakukan pengecekan semua dokumen yang Mommies Daddies berikan. Tentu pihak bank akan melihat rekam jejak kredit atau BI checking. Pastikan Mommies Daddies tidak punya hutang kartu kredit atau pinjaman lain yang belum dilunasi agar lolos pengecekan.

4. Appraisal

Mommies Daddies serta pemilik rumah sudah menyepakati harga rumah. Akan tetapi, pihak bank tidak begitu saja percaya. Untuk meloloskan jumlah pinjaman, pihak bank akan mengirimkan orang untuk menilai harga tanah dan bangunan yang diperjualbelikan.

Biasanya, Mommies Daddies juga harus mengeluarkan uang untuk membayar proses appraisal ini.

Sang penilai yang menentukan harga yang cocok untuk tanah dan bangunan yang Mommies Daddies mau beli. Harga tersebut yang jadi acuan bank untuk memberikan pinjaman.

Misalnya, Mommies Daddies sudah melakukan negosiasi harga beli sebesar Rp 600 juta. Akan tetapi, setelah dinilai, bank menilai rumah tersebut pantas dihargai Rp 500 juta. Maka, bank akan mengeluarkan pinjaman sesuai harga appraisal tersebut. Yang sebaliknya juga bisa terjadi.

5. Akad kredit

Pihak bank akan menghubungi Mommies Daddies untuk menginformasikan apakah pengajuan kredit disetujui atau tidak. Kalau setuju proses selanjutnya adalah menandatangani akad kredit.

Proses ini mirip dengan akad kredit untuk rumah baru, dilakukan di hadapan notaris dan dihadiri pembeli, penjual, dan pihak bank yang memberikan pinjaman.

Oh iya, uang muka alias DP untuk pembelian rumah harus Mommies Daddies serahkan pada pihak bank. Jumlahnya juga ditentukan oleh pihak bank dengan memperhatikan kemampuan bayar.

Selanjutnya, Mommies Daddies bisa mulai membayar cicilan. Proses ini memang cukup rumit dan memakan waktu. Namun, setelah rumah berhasil dibeli, Mommies Daddies pasti merasakan nikmatnya punya rumah.




(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda