Marantina Napitu 07 Jul 2020

Analis Finansial Keluarga

Kakaibo, Cara Menghemat Uang Ala Jepang

(0)
Bagikan:



Apa yang ada di benak Mommies Daddies saat memikirkan budaya Jepang? Mungkin Mommies Daddies teringat akan seni merangkai bunga yang sangat terkenal, yakni Ikebana. Atau bisa jadi pikiran Mommies Daddies melayang pada tradisi minum teh yang membuat negara ini populer di dunia.

Memang ada banyak sekali budaya Jepang yang membuat negara ini bisa maju. Orang Jepang percaya akan tradisi yang bernilai tinggi sebagai bentuk mempertahankan karakteristik bangsa. Namun, ada satu tradisi yang tidak diketahui banyak orang, padahal sangat bagus untuk diketahui mengenai pengelolaan uang.

Kakeibo

Secara sederhana, kakeibo bisa diartikan sebagai seni mengatur uang ala orang Jepang. Memang sudah banyak aplikasi digital yang memudahkan orang untuk mengelola uang. Akan tetapi, orang Jepang mempraktekkan kakeibo karena sudah dikenal sangat ampuh, bukan hanya untuk perencanaan keuangan, tapi juga untuk berhemat.

Dengan kakeibo, orang Jepang melakukan pembukuan untuk pendapatan dan pengeluaran bulanan. Caranya benar-benar manual. Tiap pemasukan dan pengeluaran dicatat dengan menggunakan pensil atau pulpen di atas kertas.

Untuk memudahkan pemahaman tentang kakeibo, simak lima langkah metode kakeibo:

1. Awal bulan

Mulailah dengan menulis catatan yang berisi rincian semua pengeluaran Mommies dan Daddies, termasuk pengeluaran untuk kebutuhan Kiddo. Pengeluaran yang dimaksud bisa berupa biaya sewa rumah, tagihan listrik atau air, uang sekolah Kiddo, ongkos transportasi, kebutuhan belanja, dan lainnya.

2. Buat kategori

Kalau sudah tahu secara rinci, apa saja kebutuhan yang membutuhkan uang, kelompokkan pengeluaran tersebut ke dalam empat kategori. Pertama, kolom kebutuhan pokok yang meliputi makanan, transportasi, dan obat-obatan. Kedua, kategori optional alias pengeluaran sekunder, antara lain camilan, makan di restoran, refreshing di mall. Ketiga, kategori menambah wawasan atau budaya, seperti biaya menonton film, membeli buku atau berkunjung ke museum. Keempat, biaya ekstra alias tambahan, seperti membeli kado untuk teman, biaya perbaikan rumah, dan lain-lain.

3. Tentukan jumlah tabungan

Setelah mengetahui semua pengeluaran secara terperinci, Mommies Daddies bisa mengetahui berapa uang yang tersisa dari penghasilan. Jadikan, sisa uang tersebut sebagai jumlah yang harus ditabung.

4. Catat pengeluaran tiap hari

Karena memang manual, Mommies Daddies bisa membuat catatan masing-masing untuk mengetahui pengeluaran apa saja yang berlangsung sepanjang hari. Nah, di akhir hari, mungkin sebelum waktunya tidur, Mommies dan Daddies bisa mencocokkan dan menggabungkan catatan pengeluaran.

Selain membuat catatan pengeluaran harian, jangan lupa untuk membuat catatan pengeluaran mingguan, bulanan, sampai tahunan. Mommies Daddies bisa membuat tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam setahun, misalnya mengumpulkan uang untuk liburan akhir tahun atau membeli peralatan rumah tangga baru.

5. Evaluasi

Semua sudah tercatat rapih. Langkah terakhir yang perlu Mommies Daddies lakukan adalah membuat empat pertanyaan sebagai bentuk evaluasi. Pertama, berapa banyak uang yang dimiliki? Kedua, berapa banyak uang yang ingin disimpan atau ditabung? Ketiga, berapa sebenarnya uang yang dibelanjakan? Keempat, bagaimana agar Mommies Daddies serta Kiddo bisa mengawasi jumlah pengeluaran tersebut?

Dengan menjawab empat pertanyaan itu, Mommies Daddies bisa tahu pengeluaran apa yang paling menguras dompet atau rekening. Mommies Daddies jadi bisa lebih lihai pula untuk mengetahui celah untuk berhemat dan menambah jumlah tabungan.

Mommies Daddies tertarik mempraktekkan kakeibo dalam pengelolaan uang keluarga?



(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda