Marantina Napitu 11 Jul 2020

Analis Finansial Keluarga

Cara Mendapat Uang 1 Milyar Pertamamu!

(0)
Bagikan:


Uang yang banyak itu relatif. Jika bagi saya Rp 1 juta itu tergolong uang yang banyak, mungkin bagi orang lain, itu uang nilainya kecil. Namun, dengan tingkat ekonomi dan rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia saat ini, kita bisa sepakati bahwa Rp 1 miliar bukanlah uang yang sedikit.


Bagi banyak orang, Rp 1 miliar itu banyak sekali. Bahkan ada yang menganggap mustahil untuk memiliki uang sebanyak itu. Sekarang, uang Rp 1 miliar setara dengan satu unit mobil Toyota Alphard atau tas dengan brand “Hermes”. Kedua komoditas itu tergolong barang mewah. Artinya, hanya segelintir orang, dengan penghasilan ratusan juta atau miliaran rupiah per bulan yang bisa mendapatkannya dengan mudah.


Akan tetapi, memiliki uang sebanyak Rp 1 miliar, baik untuk membeli barang mewah atau digunakan untuk keperluan lain, bukanlah hal mustahil. Bahkan bila penghasilan Mommies Daddies belum mencapai ratusan juta per bulan, uang Rp 1 miliar bisa diraih.


Bagaimana caranya? Tentu saja dengan jalan yang bersih alias tidak menipu atau merugikan orang lain. Jawabannya adalah berinvestasi. Apa saja jenis investasi yang bikin Mommies Daddies bisa mengumpulkan uang Rp 1 miliar?

Reksadana Saham

Di antara jenis reksadana lain, reksadana saham merupakan jenis reksadana yang menjanjikan imbal hasil atau keuntungan yang paling besar. Per tahun, potensi imbal hasil dari reksadana saham kira-kira 15% - 20%. Tentu saja, produk reksadana saham dan kinerjanya harus diperhatikan lagi untuk mencapai tingkat keuntungan tersebut.


Andaikan Mommies Daddies memang berangan-angan punya uang Rp 1 miliar dengan berinvestasi di reksadana saham, ada tiga langkah untuk mewujudkannya. Pertama, tentukan target pencapaian. Misalnya Mommies Daddies ingin memiliki uang sebesar itu dalam jangka 10 tahun. Dengan asumsi imbal hasil dari produk reksadana saham yang Mommies Daddies pilih adalah 17%, maka pada tahun ke-10, Mommies Daddies sudah memegang uang Rp 1 miliar. Asalkan, Mommies Daddies rutin menginvestasikan uang sebesar Rp 3,22 juta tiap bulan di produk reksadana saham.


Apabila jumlah itu terlalu besar untuk diinvestasikan, tentu Mommies Daddies harus menyesuaikan dengan kemampuan berinvestasi. Dengan kata lain, target pencapaian pun diundur, misalkan jadi 15 tahun atau 20 tahun.


Kedua, pilih produk reksadana saham yang tepat. Pelajari banyak kinerja dan laporan produk reksadana saham untuk membandingkan dan memilih produk terbaik untuk Mommies Daddies. Ketiga, disiplin dan konsisten. Harga saham naik dan turun sehingga akan memengaruhi kinerja produk reksadana saham. Jangan sampai itu bikin Mommies Daddies galau atau gentar. Terus konsisten berinvestasi. Kalau dirasa harus berganti produk, pikirkan matang-matang, karena reksadana saham sesungguhnya memang jenis investasi untuk jangka panjang. Hasilnya baru terlihat di atas lima tahun.

Saham

Untuk jenis investasi saham, Mommies Daddies harus lebih teliti lagi. Pasalnya, pergerakan harga saham sangat fluktuatif. Untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham, Mommies Daddies harus mempertimbangkan banyak hal, antara lain laporan keuangan perusahaan dan kondisi perekonomian, baik nasional maupun internasional.


Potensi keuntungan dari investasi saham sangat besar, bahkan dalam setahun bisa lebih dari 20%. Akan tetapi, jangan abaikan prinsip investasi high gain, high risk. Potensi imbal hasil yang besar dari investasi mendatangkan risiko yang besar pula. Mommies Daddies bisa belajar pada ahlinya terlebih dahulu sebelum terjun ke investasi saham.

Properti

Investasi properti jadi idaman sebagian besar masyarakat Indonesia. Wajar saja karena potensi kenaikannya juga cukup tinggi. Dalam beberapa tahun, rata-rata kenaikan harga properti berkisar 7% - 10% per tahun. Selain itu, investor properti juga bisa mengandalkan pemasukan dari biaya sewa properti. Jadi untungnya berganda.


Tidak mustahil, kan, mengantongi uang Rp 1 miliar rupiah?



(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda