Astrid RS Wiratna 24 Jul 2020

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Membangun Waktu yang Berkualitas Bersama Keluarga

(0)
Bagikan:

Anonymous

User


Karena kesibukan masing-masing, kami hanya memiliki sedikit waktu untuk bersama keluarga. Waktu libur memang saya gunakan untuk dirumah namum biasanya saya gunakan untuk istirahat karena sudah lelah setelah aktivitas dalam seminggu. Saya ingin mengubah kebiasaan saya, namun saya masih ragu. Bisakah saya meminta saran bagaimana membangun waktu yang berkualitas ditengah kesibukan saya dan istri?


Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid




Setiap keluarga pasti bisa membangun waktu yang berkualitas ya Mommies & Daddies. Karena semua itu tergantung bagaimana Mommies & Daddies memanfaatkan waktu tersebut.

Waktu yang berkualiutas itu anak dan keluarga yang merasakan, jika Dad ingin memberikan waktu yang berdampak baik kepada anak maka sebuah keharusan untuk mendekatkan diri dengan anak.

Membuat waktu yang berkualitas itu dilakukan bukan dirasakan, maka saran saya jika Dad ingin membangun waktu yang berkualitas dengan keluarga beberapa hal ini bisa dicoba:

1. Evaluasi diri

Tidak ada waktu yang berkualitas itu bukan karena kurang waktu, tapi kita yang tidak mau. Evaluasi diri terlebih dahulu apakah Dad benar-benar sibuk tidak ada waktu buat orang keluarga.

2. Niat

Prinsip utama membangun waktu yang berkualitas itu adalah niat ya Dad, jika Dad sudah menemukan hasil evalusi diri maka selanjutnya adalah memantapkan niat Dad untuk mulai membangun waktu yang berkualitas dengan keluarga.

3. Diskusikan untuk kesepakatan waktu berkualitas

Setelah Dad sudah memantapkan niat, diskusikan dengan Mommies atau si Kecil jika ia sudah di usia yang sudah paham dengan aktivitas diskusi. Buat kesepakatan untuk menyisihkan waktu satu jam untuk percobaan pertama. Biasanya waktu berkualitas yang susah dibangun itu waktu bersama anak-anak, maka prioritaskan untuk anak terlebih dahulu ya Dad.

4. Konsisten

Setelah ada kesepakatan maka lakukan secara konsisten pilihan waktu tersebut. Lakukan aktivitas tersebut kurang lebih 6 minggu, jika waktu satu jam dirasa cukup maka bisa digunakan secara konsisten namun jika dirasa masih kurang. Kembali diskusikan tambah satu jam, bisa dua jam secara berturut-turut atau dipisah satu jam pagi dan satu jam malam.

Sebenarnya anak itu tidak akan melihat waktu seberapa lama Dad & Mom menghabiskan waktu bersama mereka namun kesediaan dan keberadaaan waktu yang ia rasakan. Sentuhan Dad seperti memeluk dan mencium kemudian aktivitas mendongeng meskipun 5 menit si Kiddo akan merasakan adanya sosok Dad dalam hidupnya. Jika dalam kasus ini, Dad benar-benar sedikit punya waktu luang untuk keluarga maka yang utama adalah prioritaskan untuk anak terlebih dahulu ya Dad dan tidak semua anggota keluarga harus terlibat ketika membangun waktu berkualitas ini.

Semoga membantu :)



(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda