Astrid RS Wiratna 03 Aug 2020

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Bolehkah Ibu Bekerja Meninggalkan Anak pada Suami?

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Saya punya anak berusia tiga tahun dan saya seorang ibu pekerja. Suami saya juga bekerja, tetapi ia bekerja dari rumah. Saat saya pergi kerja, saya menitipkan anak pada suami. Di sana saya merasa sedikit bersalah, baik pada anak maupun suami saya. Saya harus bagaimana?


Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid



Sudah jelas rasa bersalah ibu akan sirna jika ibu tidak meninggalkan anak dalam asuhan suami, akan tetapi mungkin situasi kondisi ibu tidak memungkinkan (bagi ibu maupun keluarga ibu) untuk tidak bekerja. Karena situasi kondisi yang mau tidak mau harus dihadapi, maka ibu pelan-pelan harus menghilangkan rasa bersalah ibu dengan berpikir positif saja bu. Orangtua itu adalah ayah dan ibu, di masa lalu kebanyakan ayah bekerja di luar rumah dan ibu bekerja di rumah. Tetapi jaman sudah berubah, di masa kini banyak ibu yang bekerja di luar rumah, sementara ayah bekerja di dalam rumah. Terjadi pertukaran peran, dan itu tidak apa-apa bu sepanjang disepakati kedua belah pihak. Orangtua selalu mencintai anak-anak mereka, maka tidak jadi soal siapa yang akan mendampingi anak di rumah, hal terpenting adalah anak mendapat yang terbaik dari orangtuanya. Ibu tidak salah apa-apa, anak juga aman didalam asuhan ayahnya. Nikmati saja karuniaNya, ibu punya suami yang baik, suami yang bersedia bertukar peran dengan ibu. Ubahlah rasa bersalah ibu dengan rasa bersyukur. Percayalah baik ayah maupun anak-anak ibu akan baik-baik saja jika mereka melihat ibu mereka juga berbahagia.



(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda