Siswa Dewantara 04 Aug 2020

Psikolog Anak, Founder @latihati

Menyikapi Anak-anak yang Suka Berebut Maianan

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Aku punya dua anak perempuan balita yang umurnya cuma terpaut 1,5 tahun. Mereka sering sekali rebutan mainan padahal ada banyak mainan lain. Pokoknya waktu si Kakak lagi main balok, adiknya tiba-tiba ingin main balok juga dan langsung merebut itu dari kakaknya. Atau sebaliknya, waktu adiknya main boneka, kakaknya juga bisa tiba-tiba merebut. Biasanya ujung-ujungnya salah satu atau dua-duanya nangis. Aku jadi bingung, sebenarnya apa yang harus saya lakukan saat ada kejadian rebutan seperti itu?


Siswa Dewantara

Psikolog Anak, Founder @latihati

Berebut itu berarti beresengketa dan sengketa itu hal yang wajar sekali terjadi di antara dua orang yang punya relasi. Relasi kakak adik hampir selalu diwarnai sengketa. Coba ibu ingat-ingat sendiri, kalau Ibu ada saudara, pernahkah bersengketa dengan saudara sendiri?

Nah, karena itu sesuatu yang wajar dan sebenarnya terjadi di antara dua pihak yang terlibat, maka selama sengketa itu aman dan pihak-pihak yang bersengketa tidak melibatkan ibu (contoh: meminta tolong pada ibu), maka bisa ibu biarkan saja karena akan selesai dengan sendirinya.

Namun, sebagai orang dewasa yang bisa menilai situasi lebih baik dari anak-anak, ibu akan mampu melihat kalau sengketa yang terjadi mulai bersifat tidak aman, misalnya ketika salah satunya mulai menggunakan benda untuk menyakiti yang lain atau misalnya karena sengketanya terjadi di lokasi yang tidak aman, seperti tangga. Jika situasinya ibu nilai tidak aman, maka ibu bisa menghentikannya dengan cara (1) menyita barang yang diperebutkan lalu mengembalikannya ke yang punya dan meminta yang satu untuk meminta ijin dulu dari yang punya jika ia ingin meminjam benda itu, atau (2) menyita barang yang diperebutkan lalu meminta keduanya membuat aturan pemakaian yang adil dan aman. Kalau keduanya tidak bisa sepakat, ya sudah dibubarkan saja, barangnya bisa ibu simpan dulu.

Kalau ketika mereka sedang bersengketa dan salah satunya memanggil ibu, maka ibu bisa datang dan mencari tahu apa yang ia butuhkan. Biasanya saat anak-anak bersengketa dan memanggil orang lain, yang mereka butuhkan adalah teman curhat (mereka hanya ingin ‘ngadu’ tentang perlakukan nggak adil yang mreka terima), bemper (mereka ingin Ibu melindungi mereka dari pihak lawannya) atau kamus (mereka tidak mengerti mengapa pihak lawan berlaku seperti itu kepada mereka).

Ketika ibu sudah tahu apa yang ia butuhkan, maka berlakulah seperti itu. Kalau ia sekedar butuh didengarkan, ya ibu cuma perlu menyiapkan hati dan telinga untuk mendengarkan keluh kesahnya. Kalau ia butuh dilindungi, maka ibu bisa menjadi tamengnya. Kalau ia butuh penjelasan tentang situasi itu ya ibu bisa bantu ia menjelaskan tentang apa yang terjadi, kenapa saudaranya berlaku seperti itu dan apa yang bisa ia lakukan dalam situasi itu.

Begitu ya, Bu. Semoga bisa membantu.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda