Siswa Dewantara 12 Aug 2020

Psikolog Anak, Founder @latihati

Apakah Bahaya Jika Anak Suka Bermain Perang-perangan?

(0)
Bagikan:

Dinamika kepribadian anak memberi pengaruh terhadap pemilihan jenis permainan. Jadi bukan sebaliknya, bukan jenis permainan yang akan memengaruhi sikap atau perilaku anak.

Pada umumnya, anak yang dinamika kepribadiannya sehat konstruktif secara psikologis tidak akan tertarik pada jenis permainan dengan genre kekerasan. Kalau dia main jenis permainan itu, pasti ada alasan atau tujuan khusus yang tidak berkaitan dengan kondisi mental ato dinamika emosinya.

Bermain cuma memberi dampak positif buat anak. Kalau aktivitas permainan tertentu dirasa membuat anak jadi bermasalah, itu cuma karena orang dewasa gagal mengelola si Anak. Untuk itu, yang perlu berubah, yang perlu belajar adalah orang dewasa yang mengeluhkan sikap atau perilaku anak. Bukan anaknya yang perlu diubah.

Bukan kecanduan yang perlu diurus, karena main tidak akan pernah jadi biang kerok. Hal yg perlu diperhatikan adalah ketuntasan dalam tanggung jawab yang dikenakan pada si Anak. Selama anak sanggup menuntaskan semua tanggung jawabnya, maka anak berhak main sebanyak yang dia mau. Tidak perlu dipermasalahkan karena memang tidak akan membuat suatu masalah. Jenis permainan yang ideal adalah yang membuat anak merasa aman nyaman saat dia memainkan permainan itu.

Target asuh-didik orang tua adalah anak sanggup membuat keputusan mandiri berdasar pertimbangan risiko. Paling telat, target itu sudah tercapai di usia 13 tahun. Nah, urusan kapan dan berapa lama waktu untuk anak bermain, biar itu diurus sendiri oleh anak, karena hal itu ada di wilayah privat si anak.

Jadi, yang perlu diperhatikan orang tua hanya sebatas:


a. Memastikan anak tahu, paham, dan sepakat tentang tanggung jawab-tanggung jawab yang perlu dia tuntasin.

b. Memastikan anak punya keleluasaan untuk main, selama tidak ada tanggung jawab yang terbengkalai.

c. Memastikan relasi emosi antara orang tua dan anak bisa terjalin harmonis, supaya orang tua dan anak bisa saling bermanfaat, bukannya adu menang sehingga malah jadi saling mengganggu.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda