Marantina Napitu 27 Aug 2020

Analis Finansial Keluarga

Mengenal Investasi Reksadana

(0)
Bagikan:


Mommies dan Daddies tertarik menginvestasikan uang di produk reksadana? Baca dulu artikel ini sampai tuntas, ya.

Reksadana tergolong jenis investasi yang sangat praktis. Pasalnya, investor tidak perlu repot memikirkan underlying asset alias objek yang jadi aset dasar dalam pengembangan dana. Investor cukup memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pribadi. Kemudian, uang investor akan dikelola oleh manajer investasi (MI) yang sudah bersertifikat dan punya jejak rekam yang jelas dalam dunia investasi.

Selanjutnya, sebagai investor, Mommies dan Daddies punya hak untuk menerima laporan perkembangan nilai reksadana tersebut tiap bulannya. Mommies dan Daddies juga bisa mengambil sebagian atau seluruh dana dari reksadana atau menambahnya setiap saat.

Jenis Reksadana

Sebelum buru-buru membeli produk reksadana, kita ulas dulu yuk, jenis reksadana yang ada di Indonesia.

1. Reksadana pasar uang

Jenis reksadana ini menempatkan uang investor pada instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Bentuk instrumennya antara lain deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

Tujuan dana ditempatkan pada instrumen tersebut ialah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Risiko reksadana ini relatif paling rendah dibandingkan reksadana jenis lainnya. Begitu pula dengan imbal hasilnya cenderung lebih kecil dibandingkan jenis reksadana lain.

2. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana ini bertujuan memberi tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal. Aset dasar reksadana pendapatan tetap ialah obligasi. Dengan demikian, kinerja reksadana ini didorong oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI rate akan mendorong kenaikkan harga obligasi, yang merupakan instrument penempatan dana Reksadana ini. Naiknya harga obligasi meningkatkan nilai Reksadana Pendapatan Tetap.

3. Reksadana campuran

Jenis reksadana ini mengombinasikan beberapa aset dasar dari berbagai profil dalam beberapa instrumen. Tujuannya adalah memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dengan investasi pada saham, obligasi dan pasar uang.

Keunggulan reksadana campuran adalah komposisi portfolio bisa lebih fleksibel. Manajer Investasi bisa meracik investasinya dengan berbagai instrumen. Imbal hasil dari produk reksadana campuran cukup menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Apalagi kalau Mommies dan Daddies punya profil risiko menengah, reksadana ini bisa jadi instrumen yang tepat.

4. Reksadana saham

Masih banyak yang belum paham perbedaan saham dengan reksadana saham. Secara sederhana, investasi saham berarti Mommies Daddies membeli sejumlah saham perusahaan yang diinginkan. Sementara, reksadana saham berarti Manajer Investasi yang mengelola dana pada beberapa saham pilihan sesuai analisis MI.

Jenis reksadana ini tergolong agresif dengan imbal hasil yang cukup tinggi dibandingkan jenis reksadana lain. Reksadana saham paling cocok untuk tujuan finansial yang ingin dicapai dalam waktu lebih dari lima tahun. Kalau Mommies Daddies tengah mempersiapkan dana pendidikan untuk perkuliahan anak, reksadana ini bisa jadi opsi.

Kalau tertarik, Mommies Daddies bisa menghubungi perusahaan manajemen aset untuk mengetahui produk reksadana yang mereka miliki. Alternatif lain ialah membeli lewat pihak bank. Jadi, Mommies dan Daddies bisa melakukan autodebet secara berkala untuk menambah dana di reksadana.

Sampai sini, sudah semakin paham kan, tentang reksadana?


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda