Siswa Dewantara 06 Oct 2019

Psikolog Anak, Founder @latihati

Kok Anak Saya Masih Ngompol Waktu Tidur?

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Anak saya berusia 5 tahun. Ia sudah tidak pakai popok. Saat siang hari, saat tidak sedang tidur, anak saya tidak mengompol dan sudah bisa bilang kalau mau ke toilet. Tapi saat tidur ia selalu mengompol. Kira-kira apa sebabnya dan apa solusinya? Terima kasih.

Siswa Dewantara

Psikolog Anak, Founder @latihati

Coba dipelajari, menurut Ibu dia tidak terbangun atau dia malas bangun. Perbedaannya begini bu, kalau ia tidak terbangun artinya ia memang belum bisa mengenali rasa ingin buang air yang muncul di badannya. Sedangkan, kalau ia malas bangun, sebenarnya ia sudah bisa mengenali rasa itu, tetapi ia tidak mau bangun dari tidurnya untuk beranjak ke toilet dan menuntaskan ‘tugas’nya.


Kalau menurut Ibu ia belum bisa mengenali rasa ingin buang air, maka Ibu perlu membantunya mengenali rasa itu saat ia tidur dan membuatnya terbiasa terbangun saat rasa itu muncul. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan mengamati pada jam berapa anak biasanya mengompol di tempat tidurnya. Pada hari-hari berikutnya, Ibu bisa membangunkannya di jam-jam rawan mengompol itu dan mengajaknya untuk pergi ke toilet dulu. Namun, kalau menurut ibu masalahnya lebih serius dari itu, tentu sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi fisiknya baik dan semua organ yang berkaitan dengan fungsi buang air berfungsi normal.


Sedangkan, kalau menurut ibu ia tidak terbangun karena malas, maka yang perlu Ibu lakukan adalah berusaha untuk membuatnya setuju untuk bangun dari tidurnya saat ia ingin pipis. Ada banyak teknik yang bisa ibu gunakan di sini, seperti:

  1. Cara menipu. Contohnya: “Nak, kamu jangan ngompol lagi lho.. nanti kamu tidak punya teman”. Resiko dari cara ini tentunya suatu hari anak akan mengetahui kebenarannya dan sangat mungkin ia akan belajar untuk menipu juga.
  2. Cara Merayu. “Anak Mama yang cantik, nanti malam kalau mau pipis bangun dulu ya, trus pipis di toilet. Kalau kamu berhasil, nanti Mama belikan hadiah.” Cara ini lebih manis dan mungkin saja efektif, tetapi akan membentuk kebiasaan baru, yaitu dirayu dulu baru mau.
  3. Cara Beriklan. Cara ini dilakukan dengan cara menyelipkan pesan saat sedang melakukan aktivitas lain. Misalnya saat sedang menemani anak bermain, Ibu bisa mengajak anak bernyanyi lagu Si Potty dari channel ‘Lagu Anak Indonesia Balita’.
  4. Cara Memaksa. “Ayo ke toilet dulu! Daripada nanti ngompol pas tidur!” Cara paksa ini sering kali diikuti ancaman. Kalau cara ini berhasil, maka anak ibu akan menjadi takut dan menurut.
  5. Cara Pilihan. Pilihan ini macam-macam, tetapi umumnya bisa dimulai dengan memberikan pilihan yang sama-sama enak atau disukai oleh anak. Misalnya, “Kamu mau ditemani Mama ke toilet nanti malam atau mau ke toilet sendiri?”. Biasanya dengan diberikan pilihan, si Anak akan cenderung lebih terdorong untuk memenuhi janjinya karena merasa ia yang mengambil keputusan itu.
  6. Cara Berdagang. Buat kesepakatan dengan anak tentang apa yang akan ia dapatkan atau apa yang tidak perlu dia lakukan jika ia tidak mengompol di tempat tidur. Jadi, anak tidak akan bisa mendapatkan yang dia inginkan atau menghindari kewajibannya jika ia memenuhi kesepakatan itu.

Semoga bermanfaat ya Bu.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda