Astrid RS Wiratna 13 Oct 2019

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Wajarkah Marah Saat Suami Ketahuan Merokok?

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Suami saya baru sembuh dari sakit pasca operasi. Saya menghabiskan banyak sekali waktu dan tenaga merawatnya. Setahu saya, sudah 6 bulan ini dia sudah berhenti merokok. Tetapi beberapa hari lalu saya memergoki dia sedang merokok dengan teman-temannya di rumah dan saya marah sekali sampai berpikir untuk mengakhiri hubungan kami. Wajarkah? Saya harus bagaimana?

Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Tidak wajar, Bu.


Pertama yang harus dipahami adalah merokok adalah sebuah kebiasaan yang sudah lama dilakukan oleh suami anda, mungkin sudah menjadi kebutuhan utama hidupnya juga disamping makan, tidur dan bernafas. Bahwa suami bisa menghentikan kebiasaan merokoknya selama 6 bulan karena dia sakit adalah sebuah karunia dan yang lebih penting adalah kenyataan bahwa suami ibu bisa menghentikan kebiasaan merokoknya jika dia perlu melakukannya. Bertemu lagi dengan teman-teman lama adalah faktor pencetus bagi suami ibu untuk merokok lagi, karena barangkali suami ibu merasa lebih santai dan akrab jika bisa mengobrol dengan teman-temannya sambil merokok. Barangkali begitulah kebiasaannya yang sudah berurat berakar.


Kedua, saya percaya suami ibu juga paham bahwa merokok itu tidak sehat, terutama bagi kesehatannya sendiri. Tetapi godaan untuk kembali merokok, apalagi di tengah teman-temannya barangkali lebih besar daripada kewajibannya untuk menjaga kesehatan. Oleh karena itu sebaiknya ibu menunjukkan pengertian, bukannya marah, apalagi berpikir untuk mengakhiri hubungan dengan suami. Saya paham jika ibu yang sudah berkorban waktu dan tenaga untuk merawat suami sampai sembuh menjadi sangat marah melihat suami merokok lagi, rasanya sia-sia ya bu pengorbananmu itu? Rasa marah ini juga yang bikin ibu sampai berpikir untuk meninggalkan suami.


Daripada marah-marah, lebih baik duduk manis ajak suami berbicara dari hati ke hati dengan tenang, tunjukkan pengertian ibu, tetapi juga minta suami untuk mengerti posisi ibu. Semoga dengan demikian akan ditemukan jalan keluar atau kesepakatan baru yang lebih seimbang untuk ibu dan suami.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda