Marantina Napitu 02 Oct 2019

Analis Finansial Keluarga

Ada 5 Tips Belanja Hemat di Supermarket untuk Mommies dan Daddies

(0)
Bagikan:

Belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket tidak pernah jadi aktivitas membosankan. Berjalan dengan tangan menggenggam pegangan troli atau keranjang, menyusuri lorong demi lorong yang diisi dengan berbagai macam produk yang disusun rapih merupakan kesenangan tersendiri.

Apalagi ketika staff supermarket menyetel lagu-lagu favorit kita. Rasanya, kalau tidak sedang terburu-buru, nyaman sekali memilih produk yang dibutuhkan lalu memasukkannya dalam keranjang atau troli belanjaan selama berjam-jam.

Si Kecil juga tampak senang bisa melihat dan memegang barang-barang yang jarang ditemuinya di rumah. Saking senangnya, si Kecil bahkan berlari-lari di lorong supermarket seolah mengajak Mommies dan Daddies bermain petak umpet.

Betapapun menyenangkannya, belanja barang di supermarket punya tantangannya sendiri. Kalau lengah, bukannya membeli barang yang dibutuhkan, Mommies dan Daddies malah mempraktekkan gaya hidup boros.

Sejatinya, hampir semua supermarket dirancang untuk membuat pengunjungnya membeli sebanyak mungkin produk, tidak peduli itu kebutuhan atau hanya keinginan. Tiap lorong diciptakan untuk memperbesar potensi pengunjung melakukan impulsive buying. Jadi, jangan terkecoh, ya.

Coba praktekkan lima tips berikut demi belanja irit di supermarket:

1. Buat daftar belanjaan
Jangan pernah masuk ke supermarket tanpa daftar belanjaan yang jelas dan tertulis. Tulis atau ketik daftar ini di kertas, tisu, ponsel, atau di tangan Mommies dan Daddies kalau perlu. Tanpa daftar belanjaan, Mommies dan Daddies akan tergoda membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Padahal, uang itu lebih berguna untuk keperluan lain.
Ketika sudah ada daftar, fokus membeli barang yang ada pada daftar. Kalau semua barang dalam daftar sudah dibeli, langsung bayar di kasir tanpa melihat-lihat barang lain lagi, ya.

2. Gunakan troli yang kecil
Sebuah uji marketing menemukan bahwa pembeli di supermarket cenderung membeli barang 40% lebih banyak dari yang dibutuhkan dengan ukuran troli yang besar. Kalau ada opsi troli yang kecil atau keranjang, pilih itu saja, ya. Troli yang besar juga sulit bergerak atau berbalik arah di lorong supermarket yang sempit. Jadi, Mommies dan Daddies terpaksa harus melewati lorong lain yang berpotensi menggoda untuk membeli barang secara impulsif.

3. Bayar dengan uang tunai
Apabila sudah punya daftar belanjaan, Mommies dan Daddies pasti bisa memperkirakan berapa uang yang dibutuhkan untuk membayar barang kebutuhan dalam daftar. Usahakan memegang uang tunai yang cukup dan tidak berlebihan agar belanja di supermarket tidak melebihi budget. Ketika Mommies dan Daddies membayar dengan kartu debit, apalagi kartu kredit, kemungkinan besar pengeluaran jadi lebih besar dari yang direncanakan. Kalaupun harus membayar dengan kartu kredit, pastikan ada cashback atau potongan harga supaya belanja jadi hemat.

4. Datang dengan perut kenyang
Studi menunjukkan bahwa berbelanja dengan perut kosong bikin seseorang lebih impulsif. Ketika lapar, mood cenderung tidak terkontrol. Seringkali seseorang jadi beli sesuatu tanpa banyak pertimbangan. Ini juga yang membuat supermarket menempatkan produk-produk impulsif pada rak dekat kasir. Setelah berbelanja, seseorang cenderung lelah dan lebih mudah membeli barang yang dianggap menarik, walau bukan kebutuhan.

5. Hindari menerima sampel produk
Katanya sih, there's no such thing as free lunch. Ketika menerima produk sampel yang ditawarkan, muncul perasaan berhutang budi sehingga Mommies dan Daddies jadi merasa harus membeli produk yang sudah diicip. Padahal tadinya menerima produk sampel karena penasaran doang, eh jadi keluar uang. Semoga tips ini membantu Mommies dan Daddies berbelanja lebih hemat di supermarket. Ingat pepatah, hemat itu pangkal kaya!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda