Marantina Napitu 05 Oct 2019

Analis Finansial Keluarga

Baca Ini Sebelum Mommies dan Daddies memutuskan Beli Mobil

(0)
Bagikan:

Transportasi merupakan faktor esensial dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Di negara maju dengan transportasi publik yang memadai, masyarakat dimudahkan dalam bepergian dari satu tempat ke tempat lain.


Akan tetapi di Indonesia, tidak semua kota punya transportasi umum yang lengkap, apalagi nyaman. Tidak heran masih banyak penduduk yang memilih untuk membeli kendaraan pribadi, terutama mobil, untuk mempermudah mobilitas keluarga.


Bahkan berkembang anggapan yang tidak tepat seputar kepemilikan mobil. Beberapa orang menganggap punya mobil bisa membuat keluarga bahagia. Padahal, kebahagiaan keluarga seharusnya tidak bergantung pada kepemilikan suatu barang.


Mobil diharapkan bisa mengangkat status sosial keluarga sebagai aset yang dianggap menambah prestise. Padahal, dari segi finansial, kendaraan pribadi merupakan kebutuhan konsumtif yang tidak menambah nilai aset Mommies dan Daddies.


Ada tiga alasan bahwa sesungguhnya mobil merupakan ancaman finansial keluarga. Yuk, simak penjabaran singkat berikut.


Membeli mobil baru melalui skema kredit kendaraan bermotor atau KKB bisa jadi kesalahan fatal. Pasalnya, depresiasi harga mobil sangat kencang. Harga mobil turun secara drastis hingga 63% dalam lima tahun pemakaian. Kalau kamu beli mobil seharga Rp 200 juta saat ini, maka pada 2024, nilai mobil kamu sekitar Rp 74 juta doang.


Kalaupun kamu berencana beli mobil dari perusahaan leasing, ketahuilah bahwa perusahaan sudah memperhitungkan nilai depresiasi tersebut.


Memiliki mobil juga menambah pengeluaran baru dalam perencanaan finansial, seperti uang bensin dan biaya perawatan.


Begini hitung-hitungan untuk membandingkan beli mobil baru dengan mobil bekas. Saat membeli mobil baru seharga Rp 200 juta dengan uang muka Rp 40 juta dan bunga 4,25% dalam periode 5 tahun, cicilan yang harus dibayar sekitar Rp 3 juta per bulan.


Sementara, dengan skema uang muka, bunga, dan periode kredit yang sama untuk mobil bekas seharga Rp 74 juta, cicilan yang harus dibayar hanya sekitar Rp 650.000 per bulan.


Tips beli mobil


Lantas, apakah Mommies dan Daddies tidak boleh membeli mobil? Tentu saja keputusan itu harus diambil dengan perencanaan matang. Berikut beberapa tips agar mobil tidak menggangu perencanaan keuangan keluarga.


Pertama, beli mobil yang sudah berusia lima tahun tapi masih dalam kondisi bagus. Dengan demikian, sebagian besar depresiasi harga mobil sudah tidak perlu Mommies dan Daddies tanggung.


Kedua, beli mobil secara tunai. Tidak logis membayar bunga kredit untuk aset yang nilainya terus menurun. Itu sama saja dengan tetap menambah berat badan saat berolahraga. No gain, only pain.


Ketiga, apabila memilih kredit mobil, tabung uang dengan nominal yang sama dengan jumlah cicilan mobil. Kalau tidak sanggup, berarti memang keuangan keluarga belum siap untuk kredit mobil.


Semoga artikel ini membuat Mommies dan Daddies lebih matang dalam memutuskan membeli mobil, ya.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda