Marantina Napitu 08 Oct 2019

Analis Finansial Keluarga

Pahami Hal Basic tentang Menyusun Anggaran dalam Keuangan Keluarga

(0)
Bagikan:

Dari banyaknya hal yang Mommies dan Daddies harus tahu mengenai manajemen keuangan keluarga, yang paling mendasar ialah menyusun anggaran atau budgeting. Tanpa anggaran, mustahil memastikan bahwa uang yang dikeluarkan sudah sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan keluarga.


Anggaplah setiap rupiah yang Mommies dan Daddies miliki sebagai pasukan. Mommies dan Daddies adalah jenderal yang mengatur pasukan itu memenangkan peperangan. Salah satu musuh utama Mommies dan Daddies adalah gaya hidup boros.


Logikanya, tidak mungkin jenderal maju sendiri ke medan peperangan tanpa pasukan. Namun, tanpa strategi dan komando yang jelas, pasukan bisa kocar-kacir saat bertemu musuh.


Budget, budget, budget


Andaikan Mommies dan Daddies punya seribu pasukan, tentu tidak semua pasukan itu dikirim dalam satu pertarungan. Ada beberapa yang bertahan menjaga markas atau dijadikan cadangan.


Begitu pula dengan perencanaan keuangan. Jangan menghabiskan semua uang yang Mommies dan Daddies miliki untuk membayar pengeluaran. Pastikan ada uang yang dikhususkan sebagai tabungan dan diinvestasikan.


Lalu, bagaimana mengetahui seberapa besar porsi untuk pengeluaran, tabungan, dan investasi? Pertama-tama, cetak laporan rekening selama tiga bulan ke belakang. Dari sini, Mommies dan Daddies bisa mengetahui ke mana saja uang dialokasikan.


Setelahnya, Mommies dan Daddies tahu mengkategorikan pengeluaran dalam empat pos utama beserta besaran anggaran yang tepat.


  1. Esensial

Tempatkan kebutuhan yang sifatnya esensial dalam pos ini. Artinya, tanpa membayar atau membiayai kebutuhan dalam pos ini, keluarga tidak bisa bertahan hidup atau harus menanggung kerugian.


Beberapa poin yang wajib dimasukkan dalam pos esensial antara lain pengeluaran untuk makan, transportasi, tempat tinggal, dan biaya pendidikan. Poin lain yang bisa masuk pos ini misalnya cicilan rumah, kartu kredit, atau kendaraan.


Porsi untuk pos ini umumnya mendominasi pengeluaran keluarga. Namun, maksimal 60% dari penghasilan atau pemasukan Mommies dan Daddies yang terpakai untuk pos ini. Kalau melebihi angka tersebut, coba evaluasi lagi apa yang bisa dipangkas dari pos ini.


  1. Proteksi

Jaminan atau asuransi seringkali dikesampingkan. Namun, pos proteksi ini penting bagi keluarga. Jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, potensi kehidupan keluarga berlangsung aman dan nyaman semakin besar.


Selain produk asuransi, poin penting dalam pos proteksi ialah dana darurat. Dengan memiliki dana darurat (DD), stabilitas finansial keluarga lebih terjamin.


Jumlah DD tiap keluarga berbeda. Namun, para perencana keuangan sudah merumuskan porsi DD berdasarkan jumlah anggota keluarga.


DD yang dibutuhkan keluarga dengan satu anak ialah 9 kali pengeluaran bulanan. Sementara, DD untuk keluarga dengan dua anak sebesar 12 kali pengeluaran bulanan.


Pos untuk proteksi ini sekitar 10% - 20% dari penghasilan. Untuk DD, Mommies dan Daddies bisa menyicil sampai jumlahnya sesuai dengan kebutuhan berdasarkan rumus di atas. Lalu simpan dalam bentuk tabungan, deposito, atau reksadana yang sifatnya likuid sehingga mudah diambil dalam keadaan darurat.


  1. Lifestyle atau leisure

Pos ini memang bukan kebutuhan utama. Namun, tanpa refreshing atau melakukan aktivitas sosial, tentu pekerjaan atau urusan sehari-hari bisa terganggu.


Yang bisa dimasukkan dalam pos ini adalh pengeluaran untuk perawatan tubuh, keanggotaan gym, dan dana liburan. Porsinya pun seharusnya tidak lebih dari 30% penghasilan Mommies dan Daddies.


  1. Investasi

Pos ini merupakan bagian dari upaya Mommies dan Daddies untuk masa depan tanpa beban finansial. Memiliki dana investasi membuat hal-hal yang akan terjadi di masa depan bisa dipersiapkan dengan baik.


Contohnya dana pendidikan dan dana pensiun. Bagi keluarga yang baru memiliki anak, dana pendidikan sudah harus disiapkan walau si Kecil baru akan bersekolah beberapa tahun mendatang. Begitu juga dengan persiapan hari tua, harus dimulai justru saat Mommies dan Daddies dalam usia produktif.


Semakin banyak dana yang dialokasikan untuk investasi tentu lebih baik. Namun, perlu diingat, tidak bijak untuk berinvestasi sebelum pos esensial dan proteksi terpenuhi. Alokasikan minimal 10% dari penghasilan untuk investasi, ya, Mommies dan Daddies.


Sudah siap untuk bikin anggaran keuangan keluarga, kan, Mommies dan Daddies?


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda