Marantina Napitu 11 Oct 2019

Analis Finansial Keluarga

Perbandingan Budget Beli Makanan di Luar Rumah dengan Masak di Rumah, Jelas Mana yang Lebih Hemat

(0)
Bagikan:

Salah satu dampak pertumbuhan ekonomi dan jumlah masyarakat kelas ekonomi menengah ialah munculnya kebiasan makan di luar rumah. Sebuah riset di Amerika Serikat memaparkan bahwa sejak tahun 2015, orang Amerika merogoh kocek lebih dalam untuk makan dan minum di bar dan restoran ketimbang belanja bahan makanan sehari-hari.

Tampaknya pola yang sama terjadi juga di Indonesia. Buktinya, semakin banyak bisnis kafe, restoran, atau jenis tempat makan lain yang dibuka di setiap kota. Jujur deh, berapa kali dalam seminggu Mommies dan Daddies masak dulu sebelum makan? Kemungkinan besar sih, lebih sering beli makanan daripada masak.

Memang, membeli makanan jadi, baik untuk dimakan di rumah atau makan di restoran, sangat praktis dan cenderung lebih enak. Tapi kebiasaan ini jika diteruskan, bikin kondis keuangan jadi tidak sehat, loh. Harga makanan yang dijual di kafe atau restoran terus melonjak, bahkan melebihi inflasi. Padahal, harga bahan-bahan makanan relatif stabil.

Yuk, lihat perbandingan uang yang harus Mommies dan Daddies keluarkan untuk membeli makanan di luar rumah dengan membeli bahan makanan untuk dimasak.

Dining out expense

Harga secangkir kopi dan roti atau sepotong sandwich untuk disantap saat sarapan di kafe kira-kira Rp 50.000. Jadi, dalam seminggu, kamu menghabiskan Rp 350.000 untuk sarapan. Sementara, harga seporsi makan siang lengkap dengan minuman di restoran, yakni sekitar Rp 100.000. Pengeluaran makan siang di resto selama seminggu berarti Rp 700.000.

Adapun harga makan malam di restoran cenderung lebih mahal. Apalagi kalau pesan makanan penutup alias dessert. Kira-kira Mommies dan Daddies harus bayar Rp 150.000 untuk makan malam alias Rp 1,05 juta per minggu. Nah, kalau ditotal, pengeluaran untuk makan di luar rumah dalam seminggu bisa mencapai Rp 2,1 juta. Dalam sebulan, pengeluaran ini Rp 8,4 juta.

Memang ini angka yang cukup drastis. Toh, pengeluaran ini bisa ditekan apabila Mommies dan Daddies membeli makan di warung atau kantin.

Pengeluaran untuk masak di rumah

Coba tanya pada Mommies yang setiap hari menyajikan makanan untuk keluarga. Uang sebanyak Rp 100.000 cukup untuk membeli bahan makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Mungkin pas weekend, keluarga mau makan yang berbeda alias sedikit lebih mahal, seperti membuat pizza. Taruhlah pengeluaran jadi Rp 200.000 per hari.

Dengan asumsi itu, budget makan seminggu sebesar Rp 900.000 atau Rp 3,6 juta per bulan. Tidak sampai 50% dari pengeluaran saat makan di luar rumah.

Well, pada kenyataannya pasti sulit untuk benar-benar menghentikan kebiasaan makan di kafe atau restoran. Apalagi kalau Mommies atau Daddies tidak hobi masak. Selain itu, makan di luar rumah juga bisa jadi ajang refreshing bagi keluarga. Tapi, alangkah baiknya jika frekuensi makan di luar rumah dikurangi perlahan-lahan dan digantikan dengan masak di rumah. Dijamin Mommies dan Daddies merasakan pengeluaran jadi merosot tajam.Selisih pengeluaran tadi akan sangat berguna untuk menambah dana pendidikan si Kecil atau jadi tabungan untuk mengajak si Kecil libuan ke luar kota.

Jadi, masih pilih beli makan di luar atau masak di rumah?

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda