Marantina Napitu 20 Oct 2019

Analis Finansial Keluarga

Yuk Putuskan Rantai Generasi Sandwich

(0)
Bagikan:

Setiap generasi punya tantangan masing-masing dalam menghadapi perkembangan zaman. Salah satu isu yang dihadapi generasi Mommies dan Daddies saat ini ialah tekanan menjadi generasi sandwich.


Mungkin Mommies atau Daddies pernah mendengar istilah ini. Sebenarnya, istilah generasi sandwich sudah muncul sejak 1981 dalam jurnal yang dikeluarkan oleh Dorothy A. Miller. Dorothy menjelaskan mengenai topik tersebut dalam jurnal berjudul "The Sandwich Generation: Adult Children of the Aging".


Secara sederhana, generasi sandwich ditujukan pada orang dewasa yang harus menanggung kebutuhan anak-anak serta orangtuanya. Bak daging pada penganan sandwich, generasi ini terhimpit kondisi sehingga harus membiayai generasi di atas dan di bawahnya.


Generasi sandwich sesungguhnya tidak perlu terjadi apabila generasi pendahulu memiliki manajemen keuangan yang baik. Dus, saat sudah pensiun atau tidak produktif lagi, generasi pendahulu alias orangtua Mommies dan Daddies, sudah punya simpanan yang cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, tidak bergantung lagi pada generasi penerus.


Pasalnya, generasi penerus seperti Mommies dan Daddies sejatinya hanya punya tanggung jawab untuk membiayai kebutuhan anak-anak. Sebagai anak, Mommies dan Daddies tidak berkewajiban untuk menghidupi orangtua. Namun, untuk alasan tertentu, Mommies dan Daddies mungkin merasa perlu atau malah terbeban untuk menyokong hidup orangtua.


Kalau nasi sudah menjadi bubur alias Mommies dan Daddies terlanjur dihadapkan pada situasi sandwich ini, tak perlu stress dulu. Ada setidaknya dua pilihan yang bisa Mommies dan Daddies ambil.


Yang pertama menambah penghasilan agar cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarga, termasuk para orangtua. Mungkin tadinya penghasilan dari satu sumber, dari Daddies atau Mommies saja, sudah cukup. Namun, dengan bertambahnya pos pengeluaran, Mommies atau Daddies bisa mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan sampingan atau memulai bisnis kecil-kecilan.


Memang tidak akan mudah ketika dijalankan. Jadi, Mommies atau Daddies harus mengkomunikasikan tentang ini pada orangtua. Minta orangtua terbuka mengenai kebutuhan mereka dan sampaikan juga seberapa besar kebutuhan yang bisa Mommies dan Daddies Bantu tanggung.


Pilihan lain ialah secara sadar menghemat pengeluaran. Jadikan ini ajang untuk belajar menahan diri dari kemauan yang bisa bikin rekening bocor. Penghematan ini harus dilakukan seluruh anggota keluarga agar Mommies dan Daddies tidak merasa tertekan.


Berhenti di Mommies dan Daddies


Dampak dari generasi sandwich bukan hanya masalah finansial, tapi juga tekanan psikologis dan potensi rusaknya relasi dengan orangtua. Makanya, sebisa mungkin, Mommies dan Daddies berupaya agar tidak meneruskan problematika ini pada anak.


Bagaimana caranya? Seperti yang tadi disampaikan, generasi sandwich terjadi karena pengelolaan keuangan yang buruk. Untuk itu, demi memutus rantai generasi sandwich, Mommies dan Daddies harus punya perencanaan keuangan yang baik.


Salah satunya dengan mempersiapkan dana pensiun. Sisihkan sebagian dana Mommies dan Daddies pada instrumen investasi, seperti reksadana, saham, obligasi, atau properti. Tentunya, Mommies dan Daddies harus mempelajari dulu mengenai masing-masing instrumen investasi agar bisa memilih instrumen yang tepat.


Yang terpenting ialah Mommies dan Daddies sadar bahwa anak-anak tidak perlu terbebani akan masalah finansial orangtuanya. Dan itu bisa dimulai saat ini dengan mengelola keuangan keluarga dengan baik.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda