Balita.co 26 Oct 2019

Teman Digital Keluarga Milenial

6 Tips Ampuh Melatih Anak Toilet Training

(0)
Bagikan:

Melatih anak toilet training buat sebagian Mommies & Daddies kadang bikin frustrasi. Kasur basah, celana kotor, ngepel lantai adalah kejadian yang pastinya umum dialami. Namun jangan khawatir, balita.co punya 6 tips agar Mommies, Daddies dan Kiddies bisa melalui tahapan ini dengan baik.

1. SABAR ya
Anak-anak akan belajar untuk menggunakan toilet ketika mereka sudah siap. Kesiapan ini bergantung pada beberapa faktor, antara lain saraf-saraf dan otot yang diperlukan untuk mengendalikan kencing dan BAB harus sudah berfungsi. Faktor lainnya adalah keinginan dari sang anak sendiri untuk bisa melakukannya secara mandiri. Biasanya dimulai dari umur 18 bulan, namun kondisi dan situasi setiap anak berbeda-beda, jadi jangan tergesa-gesa ataupun dipaksa. Pay attention dengan kesiapan si Kiddo dan tetap sabar ya!

Baca juga : Bagaimana Mengatasi Lelah pada Ibu

2. Mempersiapkan Toilet / Kamar Mandi
Yang namanya belajar kan biasanya ada kecelakaannya. Tugas Mommies atau Daddies disini adalah memastikan semua yang ada di toilet aman dan siap untuk antisipasi bila terjadi kekacauan. Selain itu, siapkan potty atau dudukan toilet yang bisa memudahkan si Kiddo menggunakan toilet, serta tangga kecil untuk meminimalisir kecelakaan saat ia berusaha naik ke toilet sendiri. Untuk mengenalkan aktivitas ini, Mommies dan Daddies juga bisa mengajak si Kiddo untuk mendengarkan lagu si Potty dari Balita ya.

3. Lepaskan si Kiddo dari Popok pada Siang Hari
Salah satu hal yang membuat si Kiddo termotivasi untuk belajar adalah rasa tidak nyaman yang dirasakannya saat celana dalamnya, kedua kakinya dan bahkan kursi atau lantai tempat ia berdiri basah terkena ompolnya sendiri. Sensasi basah ini tidak dia dapatkan saat memakai popok. Oleh karena itu, penting sekali untuk membiarkan si Kiddo merasakan sensasi ini.

4. Ajak si Kiddo untuk Melepas dan Memakai Sendiri Celananya
Salah satu tanda kesiapan toilet training adalah mampu melepas dan memakai sendiri celananya. Hal ini memberikan si Kiddo perasaan independen dan membuatnya merasa punya kontrol atas badannya. Saat ia merasa ingin pipis, tuntun dia ke toilet dan biarkan ia naik sendiri ke toilet, melepas celananya sendiri dan duduk sendiri. Mungkin ia masih perlu dibantu untuk membersihkan dirinya setelah pipis, tetapi usahakan untuk membuat dia merasa berhasil melakukan sebagian besar aktivitas toiletnya sendiri. Saat ia berhasil, rayakan dengan pujian dan kegembiraan yang tulus ya Mom!

5. Jelaskan Fungsi Tubuhnya
Sambil melatih ia mengenali kondisi badannya yang bisa memberikan tanda-tanda saat akan pipis atau BAB, Mom bisa mulai menjelaskan tentang fungsi organ-organ tubuhnya. Bagaimana air pipis disimpan di kandung kemih, lalu saat sudah penuh kandung kemih akan memberikan sinyal "kebelet pipis" pada si Kiddo, dan saat itulah ia bisa mulai pergi ke toilet untuk menuntaskan rasa ingin pipisnya. Saat melatih si Kiddo toilet training, Mom juga bisa mengajaknya mengenal alat kelaminnya, yang dalam hal ini berfungsi untuk mengeluarkan pipis.

6. Tetap Tenang Saat Terjadi Kecelakaan
Si Kiddo masih belajar melakukan hal ini untuk pertama kali dalam hidupnya, jadi tolong bantu ia dan berikan dukungan padanya, terutama saat ia melakukan kesalahan. Saat ia membuat kesalahan, seperti ngompol di celana, ia sendiri sebenarnya sudah cukup malu, ketika itu ditambah dengan kesadaran bahwa ia pun telah membuat Mom kecewa, kesedihannya bisa berlipat ganda. Jadi, jika terjadi kecelakaan, katakan padanya bahwa itu tidak apa-apa dan ajak dia bersama-sama untuk membersihkan dirinya ataupun area di sekitarnya.

Semoga tips-tips ini berguna ya, Mom! Sebagai catatan tambahan, umumnya toilet training ini tidak terjadi dalam satu dua hari Mom, tetapi bisa sampai empat bahkan enam bulan, tergantung dari usia si Kiddo saat proses dimulai, konsistensi Mom dalam melatih, dan juga kemampuan belajar si Kiddo yang tentunya berbeda-beda. Terus semangat ya Mommies dan Daddies! Semoga berhasil dengan potty trainingnya!

Referensi : How to Raise an Amazing Child The Montessori Way, Tim Seldin

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda