Marantina Napitu 29 Oct 2019

Analis Finansial Keluarga

5 Langkah Memiliki Rumah Impian

(0)
Bagikan:

Salah satu impian terbesar ketika merencanakan keuangan keluarga ialah membeli rumah. Beberapa orang membeli rumah sebelum pesta pernikahan dilangsungkan. Namun, tidak sedikit yang baru merencanakan kepemilikan rumah setelah menikah.

Bagi banyak orang, proses membeli rumah bisa bikin pusing. Pasalnya, banyak sekali syarat dan prosedur yang harus diikuti. Kecuali, ada uang tunai yang cukup untuk membayar rumah, Mommies dan Daddies harus melewati serangkaian proses sampai rumah bisa dimiliki. Saat melihat iklan rumah dijual, baik di media online, offline, maupun yang dipajang di depan rumah, rasanya ingin langsung bertemu pengembang atau pemilik rumah, negosiasi harga, lalu boom! rumah bisa dimiliki. Sayangnya tidak semudah itu.

1. Menemukan Rumah Sesuai Kriteria
Yang pertama Mommies dan Daddies harus lakukan ialah menemukan rumah sesuai kriteria. Misalnya dari segi ukuran, jumlah kamar, lokasi, dan harga. Buat kriteria sedetail mungkin agar Mommies dan Daddies tidak kecewa di kemudian hari.

2. Proses Pengajuan KPR
Selanjutnya proses pengajuan KPR. Untuk mengajukan kredit pemilikan rumah alias KPR, beberapa syarat wajib yang harus Mommies dan Daddies patuhi ialah:

Sediakan uang muka
Down payment alias DP harus dibayar untuk membeli rumah. Bahkan, bila Mommies dan Daddies berencana membangun atau merenovasi rumah dengan pinjaman uang dari bank pun, harus siapkan DP. Ini merupakan peraturan resmi dari Bank Indonesia. Besaran DP bergantung pada beberapa hal, seperti tipe rumah, harga rumah, kesepakatan dengan developer dan pihak bank. Terakhir, BI melonggarkan kebijakan DP. Jadi, Mommies dan Daddies berkesempatan beli rumah tanpa DP. Akan tetapi, ini harus dipastikan kembali dengan pihak bank tempat Mommies dan Daddies ingin mengajukan KPR.

Kelengkapan dokumen yang legal
Pastikan Mommies Dan Daddies memenuhi syarat seperti usia minimum 18 tahun/telah menikah, berstatus karyawan tetap, pengusaha, atau profesional. Dokumen yang diperlukan antara lain copy KTP, copy Kartu Keluarga, copy SPT/PPH21, slip gaji, copy rekening tabungan selama tiga bulan terakhir dan surat rekomendasi perusahaan.

3. Akta Jual Beli
Selain itu, Mommies dan Daddies memiliki dokumen mulai pembuatan Akta Jual Beli (AJB) antara penjual dengan pembeli (debitur) dilakukan di hadapan notaris rekanan bank. Hal ini untuk menjamin bahwa legalitas dan sertifikat rumah adalah asli.

4. Menunggu Persetujuan Bank
Setelah Mommies dan Daddies melewati proses ini, tinggal tunggu persetujuan dari bank. Jika disetujui, pihak bank akan menjabarkan jumlah cicilan dan periode cicilan sesuai dengan sejarah finansial dan uang muka yang Mommies Daddies sediakan

Kalau belum disetujui, jangan berkecil hati dulu. Mommies dan Daddies bisa tanyakan kekurangan yang harus dilengkapi atau pindah ke lain bank. Semua proses ini bisa berlangsung cepat, dari dua minggu hingga berbulan-bulan. Waktu ini bergantung pada kelengkapan dokumen dan koordinasi antara pihak bank dengan pembeli serta penjual atau developer rumah.

5. Membayar Cicilan Pertama
Selanjutnya, Mommies dan Daddies bisa membayar cicilan pertama sebulan setelah menandatangani perjanjian KPR. Oh iya, pelajari betul-betul setiap dokumen sebelum membubuhkan tanda tangan karena jika tidak teliti, bisa mendatangkan masalah di masa
depan.

Selamat berburu rumah impian!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda