Astrid RS Wiratna 31 Oct 2019

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Bagaimana Menyikapi LDR dalam Keluarga?

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Saya kerja di luar kota demi menghidupi istri dan anak. Mereka memilih tetap tinggal di kota asal kami karena ada keluarga orang tua. LDR seringkali membuat saya dan istri bertengkar, kasihan anak saya juga. Saya sendiri jadi stress, betapa tidak, sendirian diluar kota. Kalau sering pulang jadi capek dan boros, kalau jarang pulang jadi kangen dan istri merasa ditinggalkan. Saya sempat berpikir untuk bekerja saja di kota asal kami, biar enak kami keluarga di satu tempat. Tapi kisaran gaji disana tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup kami. Bagaimana seharusnya saya menyikapi situasi ini?

Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Definisi cukup itu apa sih, Pak Nathanael? Saya ingat, tentang pengelolaan uang di dldalam rumah tangga, almarhum ibu saya pernah mengatakan: "satu rupiah itu cukup, sejuta itu tidak cukup" kemudian ibu saya mengatakan bahwa rejeki itu sudah diatur Tuhan, kita tidak akan pernah kekurangan. Barangkali nasihat ibu saya terdengar sangat kuno dan tidak masuk akal. Namun setelah menjalani hidup berumah tangga lebih dari 30 tahun, saya memaknakan nasihat ibu saya itu sebagai berikut: gaya hidup kitalah yang menentukan apakah uang yang kita miliki itu cukup atau tidak cukup. Kalau kembali ke masalah bapak, barangkali perlu dikaji bersama-sama istri, gaya hidup seperti apakah ingin dikembangkan di dalam keluarga. LDR seperti sekarang yang memberikan cukup uang, tetapi membuat stres dan seringkali memicu pertengkaran? Atau gaya hidup yang lebih sederhana tetapi membuat bapak dan istri bapak lebih damai karena setiap hari bertemu dan berjuang bersama-sama? Bukan saya yang bisa memutuskan pak, tetapi satu hal yang saya tahu: kebahagiaan itu bukan berasal dari luar, tetapi bersumber dari pikiran kita sendiri.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda