Marantina Napitu 07 Nov 2019

Analis Finansial Keluarga

Cara Membuat Budget Belanja Harian, Mingguan dan Bulanan

(0)
Bagikan:

Tanggal gajian masih seminggu lagi. Tapi, uang di dompet Ratna tinggal Rp 100.000. Saldo di rekening malah sudah ludes. Ratna bingung bagaimana uang itu bisa membiayai pengeluaran keluarga selama seminggu ke depan.

Kalau minta sama suami, Ratna khawatir memulai pertengkaran. Memang sih suami kemungkinan akan tambah uang belanja. Namun, pasti ada komentar, "Kok sudah habis lagi, sih?" atau komentar lain yang bikin Ratna merasa tidak kompeten dalam mengatur keuangan.

Ratna bingung mengapa hampir tiap bulan keuangannya bocor. Padahal menurut hitung-hitungan di awal bulan, uang Rp 5 juta seharusnya cukup untuk pengeluaran keluarga kecilnya.

Beruntung Ratna bisa konsultasi dengan seorang perencana keuangan di sebuah kuliah WhatsApp. Ternyata kesalahannya selama ini ialah Ratna melupakan budgeting.

Membuat anggaran atau budgeting idealnya dibuat awal bulan. Semakin detil sebenarnya lebih baik untuk mengurangi kemungkinan bocornya keuangan. Anggaran membuat keuangan lebih terkontrol, karena Mommies Daddies jadi tahu berapa uang yang dikeluarkan untuk masing-masing pos.

Tau gak, lebih dari 75% orang yang membuat anggaran keuangan keluarga, bisa rutin menabung dan berinvestasi. Budgeting membantu Mommies Daddies melacak dan mengawasi pengeluaran tiap hari, tiap minggu, dan tiap bulan.

Budget harian
Anggaran yang sudah dibuat, harus ditaati dan dijalankan dengan benar. Membuat budget harian seharusnya lebih mudah karena Mommies Daddies pasti sudah tahu rutinitas pengeluaran selama satu hari.

Mommies Daddies bisa anggarkan pengeluaran yang pasti, seperti ongkos transportasi atau isi bensin, belanja bahan makanan atau makan di luar, serta pengeluaran tidak terduga. Misalnya dalam sehari, Mommies Daddies anggarkan Rp 200.000 untuk pengeluaran semua anggota keluarga. Selaraskan pencatatan pengeluaran. Jadi, di akhir hari, apabila Mommies Daddies sudah keluar uang Rp 200.000 tapi masih ingin beli sesuatu, keinginan itu bisa ditahan.

Bahkan, Mommies Daddies bisa targetkan agar pengeluaran bisa ada di bawah anggaran. Jadi, sisa uang bisa dikumpulkan untuk keperluan lain.

Budget mingguan
Dalam penganggaran tiap minggu sebenarnya rangkuman dari pengeluaran harian. Selain itu, biasanya dalam rumah tangga, ada keperluan yang dibeli per minggu, misalnya beli galon air, belanja camilan si Kecil, stok buah seminggu.

Kenapa harus buat budget mingguan juga? Supaya Mommies Daddies tahu pola pengeluaran. Kalau sudah terbiasa mengikuti pola ini, Mommies Daddies bisa lebih disiplin dalam mengatur keuangan.

Budget bulanan
Kalau ini untuk menganggarkan pengeluaran rutin yang nilainya cukup besar, misalnya sewa rumah/apartemen, bayar gaji ART, bayar SPP, bayar listrik, belanja groceries, paket internet, membership gym, dan lain-lain.

Anggaran bulanan ini sudah punya angka yang jelas dan bisa didahulukan pembayarannya setelah gajian. Apabila Mommies Daddies bisa disiplin melakukan budgeting, tidak ada lagi cerita akhir bulan kantong tipis.

Mommies Daddies juga bisa libatkan si Kecil dalam melakukan budgeting. Di awal bulan, seluruh anggota keluarga bisa berdiskusi untuk mengetahui kebutuhan harian, mingguan, dan bulanan. Lantas, di akhir bulan jangan lupa evaluasi lagi. Mana pengeluaran yang overbudget dan mana pengeluaran yang sebenarnya sudah tidak relevan dengan kebutuhan.

Memang awal melakukan budgeting Mommies Daddies mungkin merasa pusing. Namun, jika dibiasakan, justru kepusingan ini akan berganti menjadi keuangan yang teratur. Semangat bikin anggaran!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda