Marantina Napitu 10 Nov 2019

Analis Finansial Keluarga

Mommmies Mau Belajar Investasi Emas? Jangan Beli Perhiasan!

(0)
Bagikan:

Salah satu instrumen investasi yang sangat populer di Indonesia adalah investasi emas. Bahkan meskipun seseorang sudah punya investasi saham, reksadana, atau lainnya, tanpa punya logam mulia ini dalam portofolio investasi, rasanya tidak lengkap.

Emas batangan sebagai investasi memang punya tempat sendiri di persepsi masyarakat Indonesia. Pasalnya, generasi pendahulu kita, paling senang mengoleksi emas sebagai investasi. Maklumlah, zaman dahulu, teknologi finansial belum semaju sekarang. Jadi, emas
kerap jadi pilihan karena mudah didapatkan.

Apabila Mommies Daddies tertarik memasukkan logam mulia ini ke dalam portofolio investasi, perhatikan lima fakta berikut, ya:

1. Perhiasan emas bukan investasi
Ketika si Kecil lahir, kemungkinan besar ada saudara atau kerabat memberikan kado berupa perhiasan emas. Atau ketika menikah, orang senang menjadikan perhiasan sebagai hadiah. Anggapannya, perhiasan akan berguna saat butuh uang sehingga bisa dijual kembali dan mendapatkan keuntungan.

Padahal sesungguhnya, perhiasan dari emas dengan tujuan untuk investasi tidaklah menguntungkan. Alasannya, kadar emas pada perhiasan tersebut bisa saja berkurang karena terlalu sering dipakai.

Tidak hanya itu. Perhiasan sudah tidak mengandung emas murni lantaran umumnya sudah dicampur dengan logam jenis lain agar lebih keras sehingga nilai jualnya akan berkurang.

2. Bukan investasi jangka pendek
Kalau Mommies Daddies membeli emas sekarang lalu berencana menjualnya tahun depan atau dua tahun lagi, kemungkinan untuk mendapatkan untung sangat kecil. Justru, bisa-bisa Mommies Daddies menanggung rugi.

Waktu terbaik untuk menyimpan emas sebelum menjualnya kembali adalah dalam kurun tiga hingga lima tahun. Dengan jangka waktu itu, kenaikan harga emas sudah terlihat dan keuntungannya menjanjikan.

3. Harga dipengaruhi banyak faktor
Perubahan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor. Ketika Mommies Daddies hendak berinvestasi emas, ada baiknya mencermati faktor-faktor seperti suku bunga acuan The Fed, kondisi perekonomian global, dan naik turunnya harga saham. Gejolak politik negara-negara besar juga kerap memengaruhi perger harga emas.

Hal ini harus jadi perhatian Mommies dan Daddies baik saat hendak membeli maupun saat ingin menjual emas. Karena kalau tidak, Mommies Daddies malah membeli atau menjual emas saat harganya tidak bagus.

4. Bukan sumber penghasilan pasif
Saat berinvestasi saham atau obligasi, misalnya, Mommies Daddies berpelu mendapatkan pendapatan pasif dari imbal hasil investasi tersebut. Beda halnya dengan investasi emas.

Satu-satunya keuntungan yang bisa diperoleh dari berinvestasi emas ialah ketika Mommies Daddies bisa menjual emas saat harga lebih tinggi ketimbang saat membeli harga belinya.Itulah sebabnya emas gak bisa diharapkan sebagai sumber pendapatan pasif.

5. Lindung nilai
Dengan kecenderungan nilainya yang meningkat dari tahun ke tahun, emas sangat cocok disebut sebagai investasi yang paling mampu melindungi nilai kekayaan Mommies Daddies.

Perlindungan investasi emas terhadap kekayaan seseorang dapat dicerminkan dari harganya yang selalu stabil dan cenderung mengalami kenaikan. Jadi,ketika dijual kembali, Mommies dan Daddies cenderung mendapatkan hasil balik yang lebih tinggi.

Ketika Mommies Daddies menyimpan emas, artinya ada tangible asset yang tidak tergantung pada orang lain. Tangible Asset dalam genggaman ini akan menjadi semakin penting pada saat krisis keuangan melanda.

Logam mulia ini dianggap sebagai aset yang terbebas dari risiko inflasi, sehingga bila terdapat indikasi akan adanya kenaikan laju inflasi atau kondisi perekonomian tidak menunjukkan pertumbuhan, maka para pengelola dana global akan melakukan pemindahan portofolio mereka dengan memborong emas.

Nah, begitu ya Mommies dan Daddies. Jadi, kalau mau mulai berinvestasi emas, tentu saja sah-sah saja, tetapi caranya bukan dengan membeli perhiasan emas ya. Lebih baik beli emas dalam bentuk batangan dan simpanlah di tempat yang aman.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda